Cakra Wikara Indonesia (CWI) turut berpartisipasi memperingati International Women’s Day (IWD) pada 8 Maret 2026, dalam kegiatan-kegiatan bersama dengan jaringan mitra dan koalisi perempuan. IWD 2026 diperingati di seluruh dunia, dengan tema Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls. IWD 2026 menjadi momen pengingat begitu banyaknya perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia yang terampas haknya, terhalang aksesnya pada keadilan, dan masih terabaikan dari aksi-aksi perjuangan. Terdapat dua ajang kegiatan untuk memperingati hari perempuan internasional yang diikuti oleh CWI, yaitu dari Gerakan Peduli Perempuan Indonesia (GPPI) dan Aliansi Perempuan Indonesia (API).
Para awak CWI turut serta dalam kegiatan bersama jaringan Gerakan Peduli Perempuan Indonesia (GPPI) yaitu jalan bersama saat pelaksanaan car free day di Sarinah Thamrin ke Bundaran HI. Kegiatan ini diikuti sejumlah organisasi yang tergabung di GPPI antara lain AMAN Indonesia, Lembaga Partisipasi Perempuan, Kalyanamitra, Cakra Wikara Indonesia serta beberapa aktivis perempuan lainnya. Melalui kegiatan ini pesan-pesan dalam rangka memperingati IWD disampaikan melalui berbagai media antara lain spanduk, poster serta konten di media sosial. Pesan yang diangkat antara lain untuk terus mendorong akses keadilan bagi perempuan dan anak perempuan yang kerap kali menjadi korban kekerasan. Selain itu juga menyoroti mengenai situasi perang di Timur Tengah. Perempuan dan anak perempuan merupakan kelompok yang sangat rentan. Perang sudah seharusnya dihentikan demi terwujudnya perdamaian dunia.
CWI juga turut serta dalam kegiatan Panggung Perempuan Bersatu: Melawan Penghancuran Atas Tubuh yang diselenggarakan oleh Aliansi Perempuan Indonesia (API) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki. CWI merupakan bagian dari API, yang merupakan gabungan dari 93 organisasi masyarakat sipil yang bekerja pada isu/bidang jurnalisme, penyandang disabilitas, pekerja perempuan, kelompok LGBTIQ+, mahasiswa, hak asasi manusia, masyarakat adat, serta perempuan marginal dan kelompok rentan lainnya. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1000 orang perempuan, yang bersama-sama mengikuti acara pertunjukan tari, stand-up comedy, musik, serta orasi dari perwakilan beberapa anggota API. Dalam kegiatan ini, API mengeluarkan Deklarasi Aliansi Perempuan Indonesia yang menolak kontrol negara atas perempuan, menuntut negara untuk mengakui kekerasan terhadap tubuh perempuan sebagai kejahatan kemanusiaan, melawan arah kebijakan pro-perang, serta menuntut pengusutan tuntas pelanggaran HAM, pengakhiran impunitas, dan dikembalikannya sistem demokrasi yang berpihak pada rakyat dan perempuan.
