Sri Budi Eko Wardani, atau akrab disapa dengan mbak Dani, adalah akademisi berlatar belakang ilmu politik. Gelar sarjana (2005), magister (2017) dan doktor (2018) diperolehnya dari jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Mbak Dani memiliki keahlian dalam bidang representasi politik, desentralisasi, serta perempuan dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian Politik (PUSKAPOL) Universitas Indonesia pada 2006-2016. Sebagai dosen tetap dan peneliti di Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia saat ini, ia aktif mengajar di jenjang S1 sampai S3 dan menghasilkan berbagai publikasi ilmiah. Selain itu, mbak Dani juga merupakan Direktur Eksekutif di organisasi Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP).
Rival Ahmad adalah seorang fasilitator dan pengajar berlatar belakang ilmu hukum. Rival meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Indonesia pada tahun 2000 dan Magister Hukum di The University of Melbourne, Australia pada tahun 2009. Ia juga pernah terlibat sebagai peneliti di Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) yang menginspirasinya untuk terlibat mendirikan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera. Rival memiliki minat terhadap bidang hukum dalam masyarakat, perancangan peraturan perundang-undangan, metode penelitian sosio-legal, gender dan hukum, serta pendidikan hukum. Selain menjadi pengajar di STHI Jentera, Rival juga saat ini aktif sebagai Lead Facilitator di Katalitika dan merupakan Co-Founder Besi Berani.
Rita Serena Kolibonso, yang akrab disapa kak Rita, merupakan seorang advokat dan aktivis senior berlatar belakang ilmu hukum. Kak Rita meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada 1989, dan menyelesaikan program diploma di Raoul Wallenberg Institute of Human Rights and Humanitarian Law, Lund University, Swedia, pada tahun 1992. Ia meraih Magister Hukum dari Sheffield University, Inggris, pada tahun 1998. Kak Rita memiliki pengalaman panjang sebagai advokat dan aktivis yang berfokus pada isu kesetaraan gender, akses keadilan bagi perempuan dan HAM. Ia pernah menjadi bagian dari Komnas HAM di masa awal berdirinya. Ia juga salah satu pendiri Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK). Saat ini kak Rita merupakan Komisioner Komisi Kejaksaan RI periode 2024-2028 dan Direktur Eksekutif organisasi Mitra Perempuan.
