Partisipasi Dalam Konferensi Nasional Pascasarjana Ilmu Politik

Diunggah pada

Ketua Cakra Wikara Indonesia (CWI) – Anna Margret dan Wakil Ketua CWI Dirga Ardiansa  berpartisipasi sebagai peserta konferensi nasional pascasarjana ilmu politik yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia. Acara tersebut  dilaksanakan pada 10 Oktober 2025 di kampus FISIP Univ.Indonesia. Konferensi mengambil tema “Tantangan Demokrasi Indonesia dan Global di Era Politik Oligarki, Digital dan Krisis Iklim”. 

Terdapat tiga panel tematik pada konferensi yaitu terkait politik oligarki, digital dan krisis iklim. Sesi diskusi panel politik oligarki diselenggarakan di Auditorium Mochtar Riady, FISIP UI. Kedua peneliti CWI berkesempatan memaparkan tulisannya pada panel politik oligarki. Anna Margret memaparkan tulisannya mengenai “Keterwakilan Politik Perempuan Berhadapan dengan Oligarki Partai Politik”. Tulisan ini menyoroti upaya peningkatan dan penguatan keterwakilan / representasi perempuan di DPR RI yang dalam rentang waktu 2004-2024 utamanya melihat peran sentral partai politik yang dimulai sejak rekrutmen, pencalonan hingga proses alokasi jabatan pada pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR RI. Oligarki partai politik mampu mendulang keuntungan melalui peningkatan jumlah perempuan di DPR RI namun dorongan untuk penempatan strategis perempuan di sejumlah posisi kepemimpinan DPR RI dapat menjadi batu uji untuk melihat kekuatan keterwakilan politik perempuan merespon politik oligarki. 

Dirga Ardiansa menyampaikan tulisannya mengenai “Menciptakan Ruang Tumbuh bagi Partai Politik Alternatif di Tengah Pusaran Politik Oligarki”. Tulisan ini mengidentifikasi apa yang disebut sebagai partai politik alternatif serta tantangan dan hambatan dalam menciptakan ruang tumbuh bagi partai politik alternatif dalam sistem politik di Indonesia. Penulis menawarkan definisi partai politik alternatif merupakan partai yang terbentuk dari hasil transformasi gerakan sosial dan masyarakat sipil. Ini berbeda dari partai politik arus utama yang umumnya bersifat elitis dan dibentuk dari kesepakatan para elit. Partai politik alternatif bersandar pada agregasi kepentingan dari bawah dan dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama gerakan dan masyarakat. 

Setelah kegiatan diskusi panel, rangkaian acara konferensi ditutup dengan diskusi pleno yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Amalinda Savirani (FISIPOL UGM), Ika Idris, Ph.D (Public Policy and Management Monash University Indonesia) dan Irwansyah, Ph.D (Dept.Ilmu Politik UI).