Transaksi Politik Warga: Mendorong Partisipasi Politik Warga dalam Pemilu & Perencanaan Pembangunan

Diunggah pada

Ketika buku ini ditulis, konteks politiknya adalah di Indonesia baru saja melewati masa pemilihan kepala daerah serentak pada tahun 2015, 2017, dan 2018 serta hendak menyongsong pemilu serentak legislatif dan presiden tahun 2019. Pandangan dominan soal politik pada periode 5 tahun kebelakang, dimaknai sebatas kontestasi dalam pemilu. Sementara partisipasi politik diartikan sekadar upaya-upaya dalam mendukung kandidat memenangkan kontestasi pemilu. Termasuk didalamnya upaya-upaya untuk meyakinkan orang lain bahwa pemilu adalah sebuah tugas mulia, yakni memilih tanpa pamrih (yakin dan percaya) seorang kandidat atas dasar asosiasi, simbol, atau identitas yang sama secara otomatis akan menghadirkan perbaikan kehidupan warga. Sosok atau figur menjadi elemen utama dalam diskursus politik dalam bingkai kepemiluan; ia adalah elemen yang mengikat dan menyatukan dan bukan hal yang sederhana seperti kebutuhan dan kepentingan yang sama. Bahkan asosiasi, simbol, dan identitas yang dipertukarkan sekalipun, tetap menghadirkan kesetiaan pada figur atau sosok.

Buku ini hadir untuk mengangkat kembali diskursus soal yang paling sederhana yakni tentang apa itu politik? Dari jawaban atas pertanyaan tersebut, buku ini mencoba memaknai ulang tentang apa itu partisipasi politik, dan apa yang hendak diraih dari tindakan partisipasi politik? Jika politik soal siapa kapan dan bagaimana mendapatkan sesuatu, maka betulkah warga dalam mendapatkan suatu sumber daya yang dibutuhkannya tidak boleh melakukan pertukaran bahkan transaksi politik?

Buku ini mendasarkan bahwa politik merupakan proses alokasi dan distribusi sumber daya yang berjalan terus menerus tanpa henti dalam aktivitas keseharian masyarakat. Pemilu hanyalah sebuah momentum ketika posisi tawar warga meninggi untuk bernegosiasi atau bertransaksi mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Soal transaksi dalam berbagai literatur klientelisme politik kerap direduksi menjadi bentuk jual beli suara individu pemilih dengan kandidat. Tapi perlu disadari bahwa berbagai literatur kajian klientelisme politik yang ada, memiliki kelemahan yaitu tidak menempatkan transaksi atau pertukaran sebagai bentuk tindakan kolektif warga untuk mendapatkan sumber daya bersama yang tidak bersifat diskriminatif. Perspektif politik distributif menjadi landasan untuk mengkaji lebih dalam tentang transaksi politik warga. Kajian transaksi politik warga ini merupakan topik studi partisipasi politik yang ditekuni oleh para peneliti Cakra Wikara Indonesia (CWI) sejak 2012. Berbagai hasil studi ini digunakan sebagai materi pendidikan politik warga.

Riset yang kemudian dituliskan dalam buku ini memfokuskan pada bagaimana mendorong partisipasi politik warga untuk terlibat dalam proses alokasi dan distribusi sumber daya secara programatik melampaui pemilu untuk memengaruhi proses pembangunan. Riset ini mengangkat momen pilkada DKI Jakarta 2012 dan 2017 ketika kelompok warga di wilayah Utara dan Selatan Jakarta mengorganisir diri dan melakukan kontrak politik dengan kandidat peserta pilkada gubernur Jakarta. Buku ini menjelaskan bagaimana kompleksitas dari proses distribusi dan alokasi sumber daya dalam momen pilkada baik berbentuk transaksi klientelistik maupun programatik. Namun buku ini tentu memiliki kekurangan dan keterbatasan, beberapa diantaranya adalah belum secara optimal menangkap proses politik pasca pemilu yang masih berlangsung antara warga dan kelompok pendamping warga (JRMK dan Ciliwung Merdeka) untuk memengaruhi alokasi dan distribusi sumber daya dalam program pembangunan. Tentunya kerja riset untuk mengumpulkan dan memperbaharui data tidak akan berhenti sampai buku ini diluncurkan, tetapi CWI terus berupaya menghasilkan publikasi berikutnya.

Akhir kata, buku ini merupakan upaya CWI untuk mengembangkan dan mendalami riset transaksi politik warga sebagai bentuk kerja akademis sekaligus advokasi. Dalam kerja-kerja risetnya, CWI menggunakan perspektif dan posisi riset yang kami yakini akan berkontribusi pada perubahan tata kelola politik yang partisipatif, adil, dan setara.

Tim Penulis : Dirga Ardiansa, Fariz Panghegar, Heru Samosir, Riaty Raffiudin
Halaman : 80
ISBN : xxx-xxx-xxx
Penerbit : Cakra Wikara Indonesia
Tahun : 2018

Lampiran