Diskusi Publik “Dinamika Kepemimpinan Perempuan di Tingkat Lokal: Menilik Tantangan dan Peluangnya”

Diunggah pada

Latar Belakang
Pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkada) di Indonesia telah berlangsungsebanyak 12 kali putaran, sejak tahun 2005 sampai dengan 2020. Penyelenggaraan secaraserentak dilakukan pada tahun 2015, 2017, 2018, dan 2020. Data terpilah hasil pilkada yangdikumpulkan oleh Cakra Wikara Indonesia (CWI) memperlihatkan jumlah perempuan calonkepala daerah sangat rendah dibandingkan laki-laki. Berbeda dengan keterwakilan perempuan di legislatif, peningkatan jumlah perempuan sebagai pimpinan di pemerintah daerah terlihat sangat lambat.

Dalam empat putaran terakhir pelaksanaan pilkada serentak tercatat rendahnya jumlahcalon kepala daerah perempuan. Pada pilkada serentak 2015 yang diselenggarakan di 269daerah terdapat hanya 124 perempuan dari total 1654 calon (7,5%); pada 2017 hanya ada45 perempuan dari total 620 calon (7,26%) di 101 daerah; pada 2018 hanya terdapat 94perempuan dari total 1044 calon (9%) di 171 daerah; dan pada 2020 terdapat 159perempuan dari total 1482 calon (10,73%) di 270 daerah. Data yang dikumpulkan CWImenunjukkan dari empat siklus pilkada serentak tersebut terdapat 23 perempuan terpilih diPilkada 2015, 10 perempuan terpilih pada Pilkada 2017, 15 perempuan terpilih pada Pilkada2018, dan 27 perempuan terpilih pada Pilkada 2020. Masih rendahnya jumlah perempuancalon kepala daerah serta minimnya jumlah perempuan terpilih sebagai kepala daerahmenjadi awal keprihatinan CWI ikut berupaya mendorong tata kelola politik yang lebihdemokratis melalui penguatan kepemimpinan perempuan.

Sebagai sebuah lembaga riset politik berperspektif gender, CWI melakukan riset kualitatif tentang kepemimpinan perempuan sebagai kepala pemerintahan di daerah, yang diselenggarakan mulai bulan Oktober 2019 sampai dengan November 2020. Dengan dukungan dari Kedutaan Belanda, riset CWI kali ini mencakup 8 profil kepala daerah perempuan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Selengkapnya riset ini merupakan studi atas kepemimpinan Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jember Faida (Jawa Timur), Bupati Grobogan Sri Sumarni (Jawa Tengah), Bupati Kendal Mirna Annisa (Jawa Tengah), Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (Jawa Barat), Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana (Jawa Barat); serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Jawa Timur) dan Walikota Batu Dewanti Rumpoko (Jawa Timur).

Temuan dari riset CWI ini disampaikan dalam diskusi publik bertema “Dinamika Kepemimpinan Perempuan di Tingkat Lokal: Menilik Tantangan dan Peluangnya” yang juga disandingkan dengan pengalaman kepala daerah perempuan yang hadir dan tanggapan dari lembaga pemerintah dan akademisi.

Tujuan Diskusi Publik 
Mempresentasikan hasil temuan riset CWI tentang Kepemimpinan Perempuan dalam  Pemerintahan Daerah yang kali ini berfokus pada topik “Dinamika Kepemimpinan Perempuan di Tingkat Lokal: Menilik Tantangan dan Peluangnya”. Diskusi ini juga bertujuan untuk mendengarkan langsung paparan pengalaman kepala daerah perempuan terkait tantangan yang dihadapi mulai dari proses pencalonan dalam pilkada terdahulu hinggga terpilih menjadi kepada daerah, serta mendengarkan tanggapan dari perwakilan KPPPA RI dan juga akademisi yang fokus melakukan riset tentang perempuan kepala daerah dari Pusat Penelitian Politik LIPI.

Waktu, Tempat dan Panel
Diskusi publik ini diselenggarakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom pada hari Rabu, 3 Februari 2021 pukul 10.00–12.30 WIB. Webinar ini juga disiarkan langsung melalui kanal youtube Cakra Wikara Indonesia.

Panel diskusi ini terdiri dari:

  1. Anne Ratna Mustika (Bupati Purwakarta)
  2. Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang)
  3. Agustina Erni (Deputi Bidang Kesetaraan Gender – KPPPA RI)
  4. Kurniawati Hastuti Dewi (Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI)
  5. Roni (Peneliti CWI)
  6. Ardi Stoios-Braken (Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda)

Moderator: Yolanda Panjaitan (Peneliti CWI)

Catatan diskusi dapat diakses di bagian lampiran. Selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=YCZMgMXGjOM