Kedutaan Besar Belanda dan CWI : Diskusi terbatas representasi perempuan dalam partai politik dan pemilu

Diunggah pada

Kedutaan Besar Belanda dan Cakra Wikara Indonesia (CWI)  mengadakan diskusi terbatas mengenai representasi perempuan dalam partai politik dan pemilu. Diskusi dilakukan pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018 di kediaman Brechtje Klandermans, Deputy Head Political Department Kedutaan Besar Belanda.  Diskusi ini merupakan tindak lanjut publikasi riset CWI tentang “Representasi Perempuan di Lima Ranah.” Riset ini melihat  peningkatan nominasi perempuan sebagai calon anggota legislatif, akan tetapi pada faktanya keterpilihan perempuan baik di DPR maupun di DPRD menurun. Lebih jauh, riset ini menyoroti bahwa penurunan tersebut di antaranya disebabkan oleh kurangnya komitmen partai politik untuk mendorong keterpilihan caleg perempuan. Kebijakan afirmatif pada akhirnya hanya mampu untuk meningkatkan pencalonan perempuan, tapi tidak berdampak pada keterpilihan perempuan.

Untuk membahas isu keterpilihan perempuan di lembaga legislatif, Kedutaan Besar Belanda di Indonesia bekerjasama dengan Cakra Wikara Indonesia (CWI)  mengundang perempuan partai politik dan komunitas diplomatik berbagai negara untuk berpartisipasi dalam diskusi terbatas. Diskusi ini bertujuan untuk menyediakan wadah diskusi bagi perempuan calon anggota legislatif, untuk membahas isu-isu yang terkait dengan Pemilu 2019 terutama mengenai pencalonan atau nominasi perempuan di lembaga legislatif, utamanya DPR RI. Diskusi  diawali dengan presentasi CWI tentang hasil riset tentang nominasi perempuan di Daftar Calon Tetap DPR RI.

 

Setelah presentasi, peserta diundang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang proses seleksi kandidat di partai politik masing-masing.

 

Acara ini dihadiri oleh para perempuan dari beragam partai politik; para perwakilan komunitas diplomatik berbagai negara (Amerika, Australia, Jepang, Srilanka, Korea, Kanada, Singapura, dan Belanda) serta para peneliti dari Cakra Wikara Indonesia

 

Bahan paparan Cakra Wikara Indonesia sebagai pemicu diskusi bisa diunduh pada tautan berikut